Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman


Borobudur dahulu kala dianggap sebagai peninggalan nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.
Pembangunan
Lukisan karya G.B. Hooijer (dibuat kurun 1916—1919) merekonstruksi suasana di Borobudur pada masa jayanya

Tidak ditemukan bukti tertulis yang menjelaskan siapakah yang membangun Borobudur dan apa kegunaannya. Waktu pembangunannya diperkirakan berdasarkan perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang lazim digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. Diperkirakan Borobudur dibangun sekitar tahun 800 masehi. Kurun waktu ini sesuai dengan kurun antara 760 dan 830 M, masa puncak kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah, yang kala itu dipengaruhi Kemaharajaan Sriwijaya. Pembangunan Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75 - 100 tahun lebih dan benar-benar dirampungkan pada masa pemerintahan raja Samaratungga pada tahun 825.
Terdapat kesimpangsiuran fakta mengenai apakah raja yang berkuasa di Jawa kala itu beragama Hindu atau Buddha. Wangsa Sailendra diketahui sebagai penganut agama Buddha aliran Mahayana yang taat, akan tetapi melalui temuan prasasti Sojomerto menunjukkan bahwa mereka mungkin awalnya beragama Hindu Siwa. Pada kurun waktu itulah dibangun berbagai candi Hindu dan Buddha di Dataran Kedu. Berdasarkan Prasasti Canggal, pada tahun 732 M, raja beragama Siwa Sanjaya memerintahkan pembangunan bangunan suci Shiwalingga yang dibangun di perbukitan Gunung Wukir, letaknya hanya 10 km (6.2 mil) sebelah timur dari Borobudur. Candi Buddha Borobudur dibangun pada kurun waktu yang hampir bersamaan dengan candi-candi di Dataran Prambanan, meskipun demikian Borobudur diperkirakan sudah rampung sekitar 825 M, dua puluh lima tahun lebih awal sebelum dimulainya pembangunan candi Siwa Prambanan sekitar tahun 850 M.

Pembangunan candi-candi Buddha — termasuk Borobudur — saat itu dimungkinkan karena pewaris Sanjaya, Rakai Panangkaran memberikan izin kepada umat Buddha untuk membangun candi. Bahkan untuk menunjukkan penghormatannya, Panangkaran menganugerahkan desa Kalasan kepada sangha (komunitas Buddha), untuk pemeliharaan dan pembiayaan Candi Kalasan yang dibangun untuk memuliakan Bodhisattwadewi Tara, sebagaimana disebutkan dalam Prasasti Kalasan berangka tahun 778 Masehi. Petunjuk ini dipahami oleh para arkeolog, bahwa pada masyarakat Jawa kuno, agama tidak pernah menjadi masalah yang dapat menuai konflik, dengan dicontohkan raja penganut agama Hindu bisa saja menyokong dan mendanai pembangunan candi Buddha, demikian pula sebaliknya. Akan tetapi diduga terdapat persaingan antara dua wangsa kerajaan pada masa itu — wangsa Syailendra yang menganut Buddha dan wangsa Sanjaya yang memuja Siwa — yang kemudian wangsa Sanjaya memenangi pertempuran pada tahun 856 di perbukitan Ratu Boko. Ketidakjelasan juga timbul mengenai candi Lara Jonggrang di Prambanan, candi megah yang dipercaya dibangun oleh sang pemenang Rakai Pikatan sebagai jawaban wangsa Sanjaya untuk menyaingi kemegahan Borobudur milik wangsa Syailendra, akan tetapi banyak pihak percaya bahwa terdapat suasana toleransi dan kebersamaan yang penuh kedamaian antara kedua wangsa ini yaitu pihak Sailendra juga terlibat dalam pembangunan Candi Siwa di Prambanan. Tahapan pembangunan Borobudur. Para ahli arkeologi menduga bahwa rancangan awal Borobudur adalah stupa tunggal yang sangat besar memahkotai puncaknya. Diduga massa stupa raksasa yang luar biasa besar dan berat ini membahayakan tubuh dan kaki candi sehingga arsitek perancang Borobudur memutuskan untuk membongkar stupa raksasa ini dan diganti menjadi tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti sekarang. Berikut adalah perkiraan tahapan pembangunan Borobudur:
    Tahap pertama: Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan kurun 750 dan 850 M). Borobudur dibangun di atas bukit alami, bagian atas bukit diratakan dan pelataran datar diperluas. Sesungguhnya Borobudur tidak seluruhnya terbuat dari batu andesit, bagian bukit tanah dipadatkan dan ditutup struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah. Sisa bagian bukit ditutup struktur batu lapis demi lapis. Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak, tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar. Dibangun tiga undakan pertama yang menutup struktur asli piramida berundak.
    Tahap kedua: Penambahan dua undakan persegi, pagar langkan dan satu undak melingkar yang diatasnya langsung dibangun stupa tunggal yang sangat besar.
    Tahap ketiga: Terjadi perubahan rancang bangun, undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk besar dibongkar dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran undak-undak ini dengan satu stupa induk yang besar di tengahnya. Karena alasan tertentu pondasi diperlebar, dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki asli sekaligus menutup relief Karmawibhangga. Para arkeolog menduga bahwa Borobudur semula dirancang berupa stupa tunggal yang sangat besar memahkotai batur-batur teras bujur sangkar. Akan tetapi stupa besar ini terlalu berat sehingga mendorong struktur bangunan condong bergeser keluar. Patut diingat bahwa inti Borobudur hanyalah bukit tanah sehingga tekanan pada bagian atas akan disebarkan ke sisi luar bagian bawahnya sehingga Borobudur terancam longsor dan runtuh. Karena itulah diputuskan untuk membongkar stupa induk tunggal yang besar dan menggantikannya dengan teras-teras melingkar yang dihiasi deretan stupa kecil berterawang dan hanya satu stupa induk. Untuk menopang agar dinding candi tidak longsor maka ditambahkan struktur kaki tambahan yang membungkus kaki asli. Struktur ini adalah penguat dan berfungsi bagaikan ikat pinggang yang mengikat agar tubuh candi tidak ambrol dan runtuh keluar, sekaligus menyembunyikan relief Karmawibhangga pada bagian Kamadhatu
    Tahap keempat: Ada perubahan kecil seperti penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan terluar, perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu, serta pelebaran ujung kaki.

Borobudur diterlantarkan
Meletusnya Gunung Merapi diduga sebagai penyebab utama diterlantarkannya Borobudur

Borobudur tersembunyi dan terlantar selama berabad-abad terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang kemudian ditumbuhi pohon dan semak belukar sehingga Borobudur kala itu benar-benar menyerupai bukit. Alasan sesungguhnya penyebab Borobudur ditinggalkan hingga kini masih belum diketahui. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan bangunan suci ini tidak lagi menjadi pusat ziarah umat Buddha. Pada kurun 928 dan 1006, Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Medang ke kawasan Jawa Timur setelah serangkaian letusan gunung berapi; tidak dapat dipastikan apakah faktor inilah yang menyebabkan Borobudur ditinggalkan, akan tetapi beberapa sumber menduga bahwa sangat mungkin Borobudur mulai ditinggalkan pada periode ini. Bangunan suci ini disebutkan secara samar-samar sekitar tahun 1365, oleh Mpu Prapanca dalam naskahnya Nagarakretagama yang ditulis pada masa kerajaan Majapahit. Ia menyebutkan adanya "Wihara di Budur". Selain itu Soekmono (1976) juga mengajukan pendapat populer bahwa candi ini mulai benar-benar ditinggalkan sejak penduduk sekitar beralih keyakinan kepada Islam pada abad ke-15.
Monumen ini tidak sepenuhnya dilupakan, melalui dongeng rakyat Borobudur beralih dari sebagai bukti kejayaan masa lampau menjadi kisah yang lebih bersifat tahayul yang dikaitkan dengan kesialan, kemalangan dan penderitaan. Dua Babad Jawa yang ditulis abad ke-18 menyebutkan nasib buruk yang dikaitkan dengan monumen ini. Menurut Babad Tanah Jawi (Sejarah Jawa), monumen ini merupakan faktor fatal bagi Mas Dana, pembangkang yang memberontak kepada Pakubuwono I, raja Kesultanan Mataram pada 1709. Disebutkan bahwa bukit "Redi Borobudur" dikepung dan para pemberontak dikalahkan dan dihukum mati oleh raja. Dalam Babad Mataram (Sejarah Kerajaan Mataram), monumen ini dikaitkan dengan kesialan Pangeran Monconagoro, putra mahkota Kesultanan Yogyakarta yang mengunjungi monumen ini pada 1757. Meskipun terdapat tabu yang melarang orang untuk mengunjungi monumen ini, "Sang Pangeran datang dan mengunjungi satria yang terpenjara di dalam kurungan (arca buddha yang terdapat di dalam stupa berterawang)". Setelah kembali ke keraton, sang Pangeran jatuh sakit dan meninggal dunia sehari kemudian. Dalam kepercayaan Jawa pada masa Mataram Islam, reruntuhan bangunan percandian dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh halus dan dianggap wingit (angker) sehingga dikaitkan dengan kesialan atau kemalangan yang mungkin menimpa siapa saja yang mengunjungi dan mengganggu situs ini. Meskipun secara ilmiah diduga, mungkin setelah situs ini tidak terurus dan ditutupi semak belukar, tempat ini pernah menjadi sarang wabah penyakit seperti demam berdarah atau malaria.
Penemuan kembali
Foto pertama Borobudur oleh Isidore van Kinsbergen (1873) setelah monumen ini dibersihkan dari tanaman yang tumbuh pada tubuh candi. Bendera Belanda tampak pada stupa utama candi.
Teras tertinggi setelah restorasi Van Erp. Stupa utama memiliki menara dengan chattra (payung) susun tiga.

Setelah Perang Inggris-Belanda dalam memperebutkan pulau Jawa, Jawa dibawah pemerintahan Britania (Inggris) pada kurun 1811 hingga 1816. Thomas Stamford Raffles ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal, dan ia memiliki minat istimewa terhadap sejarah Jawa. Ia mengumpulkan artefak-artefak antik kesenian Jawa kuno dan membuat catatan mengenai sejarah dan kebudayaan Jawa yang dikumpulkannya dari perjumpaannya dengan rakyat setempat dalam perjalanannya keliling Jawa. Pada kunjungan inspeksinya di Semarang tahun 1814, ia dikabari mengenai adanya sebuah monumen besar jauh di dalam hutan dekat desa Bumisegoro. Karena berhalangan dan tugasnya sebagai Gubernur Jenderal, ia tidak dapat pergi sendiri untuk mencari bangunan itu dan mengutus H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki keberadaan bangunan besar ini. Dalam dua bulan, Cornelius beserta 200 bawahannya menebang pepohonan dan semak belukar yang tumbuh di bukit Borobudur dan membersihkan lapisan tanah yang mengubur candi ini. Karena ancaman longsor, ia tidak dapat menggali dan membersihkan semua lorong. Ia melaporkan penemuannya kepada Raffles termasuk menyerahkan berbagai gambar sketsa candi Borobudur. Meskipun penemuan ini hanya menyebutkan beberapa kalimat, Raffles dianggap berjasa atas penemuan kembali monumen ini, serta menarik perhatian dunia atas keberadaan monumen yang pernah hilang ini.
Hartmann, seorang pejabat pemerintah Hindia Belanda di Keresidenan Kedu meneruskan kerja Cornelius dan pada 1835 akhirnya seluruh bagian bangunan telah tergali dan terlihat. Minatnya terhadap Borobudur lebih bersifat pribadi daripada tugas kerjanya. Hartmann tidak menulis laporan atas kegiatannya; secara khusus, beredar kabar bahwa ia telah menemukan arca buddha besar di stupa utama. Pada 1842, Hartmann menyelidiki stupa utama meskipun apa yang ia temukan tetap menjadi misteri karena bagian dalam stupa kosong.

Pemerintah Hindia Belanda menugaskan F.C. Wilsen, seorang insinyur pejabat Belanda bidang teknik, ia mempelajari monumen ini dan menggambar ratusan sketsa relief. J.F.G. Brumund juga ditunjuk untuk melakukan penelitian lebih terperinci atas monumen ini, yang dirampungkannya pada 1859. Pemerintah berencana menerbitkan artikel berdasarkan penelitian Brumund yang dilengkapi sketsa-sketsa karya Wilsen, tetapi Brumund menolak untuk bekerja sama. Pemerintah Hindia Belanda kemudian menugaskan ilmuwan lain, C. Leemans, yang mengkompilasi monografi berdasarkan sumber dari Brumund dan Wilsen. Pada 1873, monograf pertama dan penelitian lebih detil atas Borobudur diterbitkan, dilanjutkan edisi terjemahannya dalam bahasa Perancis setahun kemudian. Foto pertama monumen ini diambil pada 1873 oleh ahli engrafi Belanda, Isidore van Kinsbergen.
Penghargaan atas situs ini tumbuh perlahan. Untuk waktu yang cukup lama Borobudur telah menjadi sumber cenderamata dan pendapatan bagi pencuri, penjarah candi, dan kolektor "pemburu artefak". Kepala arca Buddha adalah bagian yang paling banyak dicuri. Karena mencuri seluruh arca buddha terlalu berat dan besar, arca sengaja dijungkirkan dan dijatuhkan oleh pencuri agar kepalanya terpenggal. Karena itulah kini di Borobudur banyak ditemukan arca Buddha tanpa kepala. Kepala Buddha Borobudur telah lama menjadi incaran kolektor benda antik dan museum-museum di seluruh dunia. Pada 1882, kepala inspektur artefak budaya menyarankan agar Borobudur dibongkar seluruhnya dan reliefnya dipindahkan ke museum akibat kondisi yang tidak stabil, ketidakpastian dan pencurian yang marak di monumen. Akibatnya, pemerintah menunjuk Groenveldt, seorang arkeolog, untuk menggelar penyelidikan menyeluruh atas situs dan memperhitungkan kondisi aktual kompleks ini; laporannya menyatakan bahwa kekhawatiran ini berlebihan dan menyarankan agar bangunan ini dibiarkan utuh dan tidak dibongkar untuk dipindahkan.

Bagian candi Borobudur dicuri sebagai benda cinderamata, arca dan ukirannya diburu kolektor benda antik. Tindakan penjarahan situs bersejarah ini bahkan salah satunya direstui Pemerintah Kolonial. Pada tahun 1896, Raja Thailand, Chulalongkorn ketika mengunjungi Jawa di Hindia Belanda (kini Indonesia) menyatakan minatnya untuk memiliki beberapa bagian dari Borobudur. Pemerintah Hindia Belanda mengizinkan dan menghadiahkan delapan gerobak penuh arca dan bagian bangunan Borobudur. Artefak yang diboyong ke Thailand antara lain; lima arca Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang, dan arca penjaga dwarapala yang pernah berdiri di Bukit Dagi — beberapa ratus meter di barat laut Borobudur. Beberapa artefak ini, yaitu arca singa dan dwarapala, kini dipamerkan di Museum Nasional di Bangkok.

Nah itu versi nasionalnya sekarang kebenaran menurut agama islam, ingatkah anda tentang pelajaran waktu masih sekolah dasar tentang nabi?
Nabi itu tidak hanya 25 tapi yang wajib diketahui 25, dan salah satunya adalah Nabi Sulaiman. sekarang lihat vidio dibawah ini yang akan menjelaskan bahwa candi borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman as.

Melalui penelitian yang ia lakukan selama 33 tahun yang didukung oleh Ekspedisi pencarian bukti-bukti lapangan sebanyak 21 kali, KH. Fahmi Basya dengan sangat yakin mendeklarasikan bahwa Borobudur itu adalah peninggalan Nabi Sulaiman AS.
Sudah lama ditengarai adanya kebudayaan Adi Luhung di Nusantara ini, bahkan sebelum lahirnya Kerajaan Kutai dan Mataram Kuno. Namun informasi-informasi itu seakan hilang ditelan bumi dan hanya beredar dan diyakini oleh kalangan 'underground' pada masyarakat pemerhati sejarah keagungan Nusantara ini, karena bukti-bukti yang lebih bersifat spiritual ketimbang material.
Teori yang ditemukan oleh KH. Fahmi Basya ini seakan menjadi kunci pembuka misteri dan 'missing link' sejarah keagungan dan kejayaan Nusantara ini. Didasari oleh data-data Al-Quran yang sangat akurat dan terpercaya, ia menemukan bangunan Model 'Arsy yang ternyata konstruksinya hanya dimiliki oleh Borobudur di bumi ini. Ada 40 fakta-fakta eksak yang ia paparkan untuk mendukung temuannya tersebut seperti yang ia tulis di buku 'Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman' yang hingga kini sudah terjual hampir 10,000 eksemplar. Ini bakal menjadi 'Titik Balik Sejarah Borobudur'

Read more ►

Bocah Palestina Gugur


Bocah Palestina Gugur dalam Serangan Israel di Perbatasan Gaza
Derita bocah-bocah Palestina tidak berhenti. Luka yang diderita oleh Muhammad Durrah masih terus dialami oleh anak Palestina. Pada hari Kamis, 08 November 2012, seorang anak Palestina gugur terkena  peluru tentara Israel di jalur Gaza saat bentrok senjata antara tenra Sirael dan kelompok bersenjata Palestina.
Komite Aliansi Perlawanan, yang mencakuo kelompok-kelompok militan Palestrina, mengatakan bahwa kelompok bersenjata menghalau pasukan Israel yang diikuti oleh 4 tank dan buldoser dalam serangan pendek di balik pagar yang dibangun oleh Israel di perbatasan Gaza.
Petugas Medis PAlestina mengatakan bahwa anak yang berusia 12 tahun itu terkena peluru senapan mesin, entah itu dari helicopter Israel atau dari tank yang ikut dalam bentrokan itu. Pada waktu lalu tentara zionis tewas di pagar perbatasan dengan Israel.

Read more ►

Cabuli 5 Bocah




WASHINGTON (voa-islam.com) — Beginilah kekejian yang terjadi jika aturan Tuhan ditentang dan diganti dengan doktrin buatan manusia.
Tuhan menghalalkan menikah agar manusia dapat hidup tenang, tenteram, damai dan berketurunan. Tapi dengan angkuhnya manusia menentang hukum Tuhan dengan merekayasa doktrin pantang menikah yang sucikan (Selibat Suci). Padahal Tuhan menghalalkan nikah karena Dia telah mengaruniakan naluri untuk berketurunan (gharizatun nau’).
Akibat menentang naluri itulah, seorang pastor melampiaskan nafsunya secara keji kepada anak-anak di bawah umur. Dan hukuman penjara ratusan tahun pun dijalaninya.
Oscar D Perez, seorang pastor di Amerika Serikat divonis hukuman penjara 330 tahun. Ia dinyatakan bersalah atas tindak pidana pelecehan seksual terhadap lima anak usia 9-15 tahun.
Dalam sidang yang digelar pengadilan California, Jumat (14/9/2012), terpidana Oscar D Perez terbukti melakukan tindakan cabul itu di apartemennya di Los Angeles. Pelecehan seksual pastor terhadap anak-anak (pedofilia)  itu terjadi antara 2007 hingga 2011.
Perez adalah pastur dan uskup di Gereja Episcopal Laguna Hills. Di mata jemaat, pastor cabul ini dikenal baik yang pintar membina hubungan baik dengan keluarga jemaat gereja. Ia juga merekrut anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan gereja.
Namun di balik aktivitas gereja itu, pastur gaek berusia 69 tahuni itu kerap mengajak anak-anak itu ke apartemennya.
Tindakan bejatnya terungkap pada bulan September 2011 ketika salah satu korban melaporkan kebejatan seksual pastor yang dialami kepada orang tuanya. Empat korban lainnya kemudian menyusul melakukan laporan.
sumber : http://www.voa-islam.com/counter/christology/2012/09/21/20738/cabuli-5-bocah-gereja-pastur-gaek-amerika-dipenjara-330-tahun/
Read more ►

Muslim di negeri Paman Sam

Amerika

gambar hanya untuk intermezzo 


Jumlah penduduk Muslim di Amerika Serikat meningkat tajam dalam satu dekade tarakhir. Jumlah umat Muslim di negeri Paman Sam itu mengalahkan jumlah warga Yahudi untuk kali pertama di sebagian besar Midwest. Dalam sebuah sensus agama di AS yang digelar Asosiasi Statistik dari Badan Keagamaan Amerika, Selasa (1/5) waktu setempat, imbas dari meroketnya populasi warga Muslim AS membuat gereja-gereja di AS kehilangan jamaahnya dan sering kosong saat kegiatan agama.
Umat Muslim di AS naik menjadi 2,6 juta orang pada 2010, bertambah dua kali lipat lebih dari satu juta orang pada 2000 lalu. "Kenaikan tersebut karena derasnya arus imigrasi dan jumlah penduduk yang menjadi mualaf," kata Dale Jones, peneliti yang terlibat dalam sensus itu.
Berdasarkan survei ini  jumlah Muslim telah melampaui jumlah Yahudi untuk pertama kalinya di Midwest dan bagian Selatan di Amerika Serikat. Faktor utamanya  adalah kedatangan imigrasi Muslim ke Amerika Serikat. Dan yang kedua adala perpindahan agama  dari agama lain ke Islam.
Selain Muslim, jumlah pemeluk Mormon atau The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints juga meningkat sebesar 45 persen, menjadi 6,1 persen pada 2010. "Di setiap negara bagian Kristen tetap menjadi kelompok agama yang paling tinggi di negeri itu. Tapi kami menemukan sejumlah hal menarik, yakni pertumbuhan pemeluk Mormon, yang tercatat di 26 negara bagian," kata Jones dalam sebuah konfrensi di Chicago, AS.
Dalam sensus itu, para peneliti mendata jumlah pemeluk dari 236 agama di negeri adidaya tersebut. Anggota keluarga dari pemeluk agama juga termasuk dalam data yang dihitung. Secara umum 55 persen warga AS masih beribadah secara teratur. Meski demikian, sebagian besar survei yang pernah dilakukan menyebut sekitar 85 persen penduduk AS yang mengaku beragama, tidak beribadah secara teratur. Sementara 158 juta orang AS mengaku tidak memeluk agama apa pun alias ateis.
Dari sejumlah agama besar, Katolik menjadi agama yang kehilangan pemeluk terbanyak, berkurang sebanyak lima persen menjadi 58,9 juta jiwa selama satu dekade terakhir. "Katolik mengalami pengurangan jumlah pemeluk paling banyak," ujar Jones sembari menyebut Maine, tempat terjadinya kasus pelecehan anak oleh pastor.
Meningkat Pasca Serangan 9/11
Yang menarik pertumbuhan Islam sebagai agama yang paling cepat di AS justru terjadi setelah serangan 9/11. Ini adalah hal yang luar biasa, di saat yang sama marjinalisasi dan diskriminasi terhadap kaum Muslim di Barat meningkat.
Masih menurut Jones, sentimen anti-Islam yang meningkat setelah serangan 9/11, justru menjadi jalan mempercepat penyebaran Islam di AS, bukan memperlambat.  Dia mengatakan bahwa orang-orang yang memeluk Islam, memutuskan berdasarkan prinsip.
"Penganiayaan kadang-kadang baik untuk sebuah kelompok agama - dalam arti bisa menarik lebih banyak pengikut, sangat jarang penentangan secara efektif bisa menghentikan pertumbuhan sebuah gerakan,” ujarnya.
Sementara itu, Professor Studi Islam di University Kentucky, Dr Ihsan Bagby, percaya bahwa komunitas Muslim selalu samakin kuat saat berhadapan dengan komentar  dan propaganda negatif terhadap agama mereka.
"Anda akan menjadi lebih kuat saat terjadi perlawanan. Saya pikir, suasana anti-Muslim di segmen tertentu dari ruang publik membuat umat Islam lebih religius,”ujarnya.
Subhanallah, meskipun propaganda negatif anti Islam semakin meningkat pasca serangan 9/11  jumlah Muslim di negeri Paman Sam justru meningkat
Sumber
Read more ►

Antek Israel Ada di Mana-Mana


Diam-diam Dubes Israel untuk Singapura sering datang ke Indonesia untuk menjalin hubungan ekonomi dengan para pengusaha Indonesia.
Tidak mungkin Anda mengundang kolega atau lainnya dalam perayaan ulang tahun karena sebatas kenal saja. Pasti karena pernah memiliki jalinan hubungan yang baik. Hanya orang-orang tertentu yang dipilih.
Begitu pula tak mungkin Israel mengundang tokoh-tokoh Indonesia jika mereka tidak memiliki hubungan baik dengan negara Zionis itu sebelumnya. Itulah yang terjadi ketika Israel mengundang tokoh-tokoh dan pengusaha Indonesia dalam perayaan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Israel ke-64 yang diselenggarakan oleh Kedubes Israel di Singapura, Kamis (26/4) lalu.
Orang-orang Indonesia itu larut dalam pagelaran musik dan jamuan makan malam. Mereka pun merasa senang diundang dalam perayaan itu. Begitu langkah mereka tersiar, mereka berdalih bahwa kehadirannya itu suatu hal yang biasa. Bahkan hal itu dianggapnya sama saja dengan bertemu GAM.
Kebanyakan dari mereka adalah para pengusaha. Usut punya usut, ternyata hubungan bisnis ini telah berlangsung cukup intensif. Bahkan, secara diam-diam Dubes Israel untuk Singapura sering masuk ke Indonesia dan bertemu dengan para pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Ulah tokoh dan pengusaha Indonesia itu kian menegaskan adanya hubungan erat antara orang Indonesia dan Israel. Sebagian para pengusaha tak lagi memandang hubungan dengan Israel sebagai sebuah pengkhianatan terhadap kaum Muslimin.
Fakta ini pun kian mempertegas, jaringan Zionisme telah masuk ke Indonesia, baik melalui jalur formal maupun informal. Masih ingat kasus divestasi Indosat? Perusahaan telekomunikasi milik negara itu jatuh ke tangan Zionis Yahudi melalui tangan SingTel. Logo Indosat pun diubah sedemikian rupa menjadi ‘bintang david’.
Dalam tender di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) diperoleh informasi bahwa pemenangnya juga perusahaan Israel, Amdocs. Amdocs adalah penyedia software dan layanan billing dan operational support systems, yang juga adalah "key player" dalam ekonomi Israel dan didukung oleh pemerintah Israel. Amdocs memiliki basis pekerja di Israel dan sudah menyatakan dukungannya atas apa yang disebut "kebijakan keamanan" dari pemerintah Israel.
Di bidang hiburan, beberapa artis papan atas Indonesia disinyalir memiliki hubungan dekat dengan Israel. Dalam pentasnya, beberapa kali terlihat ia memakai kalung bintang david. Grupnya juga menginjak-nginjak lafaz yang mirip tulisan ‘Allah’ di panggungnya.
Belakangan beberapa nama yang sekarang citranya sedang naik daun, diduga menjadi bagian dari Zionis Israel. Menteri BUMN Dahlan Iskan, misalnya. Ia tercatat sebagai petinggi salah satu district Lions Club Indonesia. Istri Walikota Solo pun beberapa bulan lalu dilantik jadi anggota kehormatan Rotary Club. Baik Lions Club maupun Rotary Club, menurut para ahli, merupakan bagian dari gerakan Fremansonry.
Picu Kecaman
Tindakan beberapa tokoh dan pengusaha itu mendapat kecaman terutama kaum Muslimin. Mereka menilai orang-orang yang menghadiri HUT Israel sebagai pengkhianatan. Mereka telah menyakiti hati umat Islam tidak hanya di Indonesia tapi juga di Palestina. Kehadiran mereka di acara tersebut dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap eksistensi Israel.
Tokoh-tokoh umat itu menyatakan, Israel memang pandai membangun jaringan di seluruh dunia termasuk di negeri-negeri Islam. Dengan berbagai upaya, menurut beberapa tokoh, mereka menanam orang-orang lokal untuk menyebarkan ide-ide Zionisme antara lain HAM, demokrasi, persamaan, kebebasan, pluralisme, dan sejenisnya. Bahkan mereka rela mengeluarkan uang untuk mendidik generasi muda kaum Muslimin dengan memberikan beasiswa belajar. Ujung-ujungnya, mereka dijadikan corong propaganda Israel ke tengah-tengah kaum Muslimin.
Langkah Israel itu didukung oleh LSM-LSM internasional dan lokal. Satu yang cukup menonjol adalah LibsforAll. LSM inilah yang pernah mengirim para cendekiawan dari ormas-ormas Islam ke Israel untuk bertemu dengan Presiden Israel Shimon Perez.
Kooptasi gerakan Yahudi internasional terhadap Indonesia itu tidak hanya berlangsung belakangan tapi sudah berlangsung lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Ternyata, tokoh yang dikenal sebagai pahlawan pun menjadi bagian dari gerakan Zionis.
Haram
Para pendukung Israel di Indonesia sering menggambarkan pentingnya persamaan bagi semua entitas manusia, termasuk warga Israel. Mereka meminta Yahudi Israel dihormati hak-haknya sebagaimana warga dunia lainnya.
Sepintas pernyataan itu wajar dan logis. Padahal, di balik itu ada racun tersembunyi. Bukankah selama ini Israel tidak pernah menghormati hak-hak warga Palestina atas wilayahnya? Mereka dengan kejam menjajah negeri orang dan mengusir penduduknya. Begitu mereka berhasil menduduki kawasan itu, lalu meminta dunia mengakui kemerdekaannya, kok enak amat. Inilah tipu muslihat Zionis dan antek-anteknya.
Para ulama dari empat mazhab sepakat, Israel adalah negara penjajah. Negara ini terkategori negara kafir muhariban fi’lan (memerangi secara nyata). Tidak ada perlakuan yang tepat selain mengusirnya dari negeri Palestina. Maka, membina hubungan baik dengan Israel hukumnya haram, dalam bentuk apapun. Para penguasa yang menjalin hubungan diplomatik dan lainnya termasuk dosa besar.
Sebaliknya, kaum Muslimin harus saling membantu untuk membebaskan tanah kaum Muslimin, Palestina, dari cengkeraman Zionis Israel dengan segala cara. Palestina adalah tanah suci kaum Muslimin. Di sana ada Masjid Al Aqsha, tempat mi’raj Nabi Muhammad SAW dan sekaligus tempat shalatnya para nabi dan rasul. Palestina adalah tanah yang diberkahi oleh Allah.
Mengalahkan Israel
Salah jalan satu-satunya membebaskan Palestina adalah mengalahkan dan mengusir Israel dari kawasan yang kini diduduki. Selama Israel masih ada, Palestina tidak akan pernah bisa merdeka. Solusi dua negara—Israel dan Palestina—pun akan sia-sia. Israel pun akan tetap menebarkan racun kerusakan ke seluruh dunia.
Untuk menghentikan itu semua, kaum Muslimin harus membangun kembali institusi negara yakni Khilafah Islamiyah. Hanya dengan lawan yang setara, Israel bisa dikalahkan. Negara harus dihadapi dengan negara.
Khilafah akan membebaskan jazirah Arab, termasuk Palestina, dari Yahudi laknatullah. Khilafah juga akan menjaga akidah dan perbuatan umat dari racun-racun berbahaya yang ditebarkan kaum Zionis. Dengan penerapan syariah Islam secara kaffah, pintu keberkahan akan turun dari langit dan bumi.

Read more ►
 

Copyright © Mata Siapa Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger